Minggu, 25 Mei 2008

FLASHBACK

Saya dibesarkan di sebuah desa yang lumayan damai dan hijau,belakang rumah membentang sawah yang luas,sayangnya tidak ada satupun yang milik orangtua saya .Dulu masih banyak yang memelihara kerbau dan sapi,jadi pemandangan kerbau dan sapi jalan-jalan sudah biasa bagi kami,seandainya anak-anak saya bisa melihat itu semua pasti senang sekali mereka,terbukti ayu antusias sekali jika mendengarkan cerita masa kecil saya,bahkan sering minta diulang ulang,sampai bosen yang nyeritain.Teman-teman saya kebanyakan laki-laki makanya saya agak tomboi,beda sama anak saya ayu.

Karena dulu tidak ada pagar tembok di belakang rumah(beda sama sekarang) saya jadi suka sekali main di sawah,apalagi kalau musim panen bermain di tumpukan jerami bersama teman-teman kampung dan yang unik kami suka makan belalang yang dibakar di jerami kemudian diberi kecap,hi….Waktu saya lihat acara Si Bolang di trans tv ternyata ada juga anak2x kampung yang suka makan belalang seperti kami di desa.Rasanya seperti apa saya lupa lagi,tapi yang saya ingat kita makan kadang sampai berebut,saya juga sering berkelahi dengan teman saya,terutama dengan si”Amy”tetangga sebelah,biasanya saya yang kalah (tapi tidak nangis loh). Keasyikan lain main di sawah adalah menangkap burung,namanya burung “Blekok”,warnanya putih dan besar,mungkin itu yang dinamakan bangau ya…,secara logika gak mungkin nangkap burung “blekok”memakai tangan kosong,tapi kami cuek beibeh yang penting tiap ada burung itu kita berusaha menangkap bahkan kadang sampai lari-lari mengejar.Kalau bermain layang-layang tidak begitu suka,hanya sesekali saja dan biasanya tidak lama,nggak tahu kenapa.Ayah saya sempat mengabadikan asiknya bermain perang-perangan di sawah bersama teman-teman(nanti kalau pulang kampung saya coba cari lagi fotonya agar ada bukti),biar seperti tentara beneren saya memakai helm motor bapak yang kegedean ,waktu itu saya merasa yang paling keren.

Selain main di sawah saya juga demen main di sungai,terutama setelah masuk SD dan punya teman yang rumahnya dekat kali.Waktu mau EBTANAS kelas 6 kami belajar bersama di pinggir sungai (untung tidak ketiduran kena angin yang sepoi2x).Karena teman saya itu belum mempunyai kamar mandi dan wc maka aktifitas MCK(mandi cuci kakus) di sungai,kalau sore ramai sekali,apalagi kalau sungainya banjir banyak yang berenang di sungai,bahkan ada yang meloncat dari atas sawah terjun ke sungai(padahal tinggi loh)hebat ya mereka,saya biasanya hanya menonton mereka saja di pinggir sungai karena kalau ketahuan ibu mandi di sungai bakal dimarahi,so jangan heran kalau sekarang saya tidak bisa berenang…Saya bisa loh nangkap udang pake tangan,teman saya yang ngajari,tapi kalau nangkap ikan pake tombak belum bisa,teman saya yang jago,ikan yag didapat biasanya dimakan rame-rame.Teman saya mempunyai ayam kesayangan namanya “Gondang”kok saya masih ingat ya…memang benar daya ingat anak kecil itu luar biasa…,Gondang itu ayam betina(babon),dan sudah sempat menetas beberapa kali,sebagian ada yang dijual buat beli beras,gondang gemuk dan sehat warnanya coklat,paling suka diberi makan beras,karena jarang jarang gondang dapat beras kecuali kalau teman saya lagi ada kelebihan beras. karena mungkin didesak oleh kebutuhan akhirnya “gondang”juga dijual tanpa sepengetahuan teman saya, ketika saya datang untuk main dia sedang menangis,dan yang membuat saya merasa tidak enak ternyata “Gondang”dijual ke ibu saya,jadi ayam yang saya makan sepulang sekolah itu ternyata “gondang”.

Tidak ada komentar: