Senin, 15 Oktober 2012
Selamat jalan pak Olih
Kamis, 02 Agustus 2012
Gubrak
Minggu, 29 Juli 2012
Kejutan dari Allah
Minggu, 26 Februari 2012
fiqih hujan
Hujan merupakan turunnya keberkahan karena akan menghidupkan yang telah mati seperti tercantum dalam surat Al-fusilat ayat 39 yang berbunyi ”dan sebagian dari tanda-tanda kebesaranNya,engkau melihat bumi itu kering dan tandus,tetapi apabila kami turunkan hujan diatasnya,niscaya ia bergerak dan subur.sesungguhnya Allah yang menghidupkannya pasti dapat menghidupkan yang mati,sungguh dia maha kuasa atas segala sesuatu.”
Tanda-tanda mendekati kiamat salah satunya ditunjukan dengan hujan yaitu
1. Tahun pertama hujan penuh sepanjang tahun(hujan terus)
2. Tahun kedua setangah tahunnya hujan sisanya kemarau
3. Tahun ketiga setahun hanya seperempatnya yang hujan
4. Tahun keempat tidak hujan sama sekali(pada saat seperti inilah turun dajal dengan mengiming-imingi air agar keluar dari aqidah)
Hujan juga merupakan peringatan dan teguran,kita tengok surat al-ahqof ayat 24”Maka ketika mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka,mereka berkata.inilah awan yang yang akan meurunkan hujan kepada kita..(Bukan!)Tetapi itulah azab yang kamu minta agar disegerakan datangnya yaitu angin yang mrngandung azab sangat pedih”
Dengan adanya hujan juga merupakan peluang adanya pahala,misal rasa dingin saat hujan kita ambil air wudhu,pasti akan lebih dihargai oleh Allah dari pada yang tidur ditutupi selimut he..he..
Adab dan ketika ketika turun hujan
• Banyak berdo’a
• Membaca doa turun hujan “Allahuma soyiban nafi’an”
• Berdo’a agar hujan tidak merusak
• Mengambil berkah air hujan,status air hujan suci dan mensucikan(Al-furqon 48)”Dan dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmatnya(hujan)dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih.”
• Keringanan untuk melakukan sholat jamaah dan jum’at(utk pria)
Rabu, 02 September 2009
Marifatul Insan
Beberapa waktu yang lalu ada tugas liqo untuk mencari artikel tentang “Marifatul Insan”,setelah browsing beberapa artikel akhirnya saya tertarik dengan tulisan dari sdr Haryo Bagus Handoko,apalagi di bulan romadhon seperti sekarang ini,tulisan beliau perlu kita renungkan.
Pernahkah terpikirkan oleh kita mengapa kita diciptakan ke dunia ini untuk kemudian meninggalkannya.
Dalam Al-Qur’an
Kalau kita menyimak ayat diatas jelas sekali disebutkan bahwa tujuan kita diciptakan ke muka bumi ini adalah untuk menyembah Allah,tetapi dalam kenyataannya banyak terjadi penyimpangan karena lemahnya iman seseorang sehingga dengan leluasa syetan mempengaruhi manusia untuk mengingkari Allah,seperti sebutkan dalam Al-qur’an surat Al-a’raf ayat 17 “Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan,dari belakang,dari kanan dan dari kiri mereka,dan engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”
Menurut ustadz Dr.Abdullah Nasih Ulwan dalam bukunya “Ruhaniyatud Dai’ah”menjelaskan tentang beberapa langkah menuju taqwa yaitu:
1. Mu’ahadah (mengingat perjanjan dengan Allah dan dirinya sendiri)
2. Muroqobah (merasa yakin bahwa setiap gerak-geriknya dalam pengawasan Allah baik di kala sepi maupun ramai).Disebutkan dalam
3. Muhasabah (Instropeksi diri)
Hisablah diri kalian sendiri sebelum kalian di hisab,timbanglah diri kalian sebelum ditimbang,dan bersiap-siaplah untuk pertunjukan yang agung (hari kiamat)
4. Mu’aqobah (sanksi)
Jika melakukan kesalahan secara sengaja perlu diberikan sanksi,contoh riwayat Umar bin khatab memberikan seluruh hasil panennya kepada orang miskin karena sengaja meninggalkan sholat asar berjamaah saking asyiknya berkebun.
Contoh lain “segera melakukan shodaqoh ketika telah dengan sengaja menyakiti anak kita baik fisik maupun mental.”
5. Mujahadah (optimalisasi)
Bentuk mujahadah yang ditunjukkan nabi Muhammad adalah apabila memasuki 10 hari terakhir di bulan romadhon beliau menghidupkan malam dengan ibadah,membangun keluarganya bersungguh-sungguh dan mengencangkan ikat pinggang.
Orang yang bertaqwa mempunyai sifat:
· Selalu bersyukur
· Bersabar
· Pemaaf
· AR-rahim (kasih sayang)
· Al-amin (dapat dipercaya)
· Al-falah (kemenangan)
Sifat-sifat yang bertentangan dengan ketaqwaan:
- Terburu-buru (ajuulun)
- Keluh kesah
- Kikir
- Kafir
- bodoh
Selasa, 21 Oktober 2008
LIQO
Saya sempat mau mundur karena tidak PD dengan kemampun membaca al-Qur’an saya,dan tiap minggu ada PR hafalan al-qur’an yang gak hafal-hafal,karena tidak sekedar mengafal tapi harus bener bacaannya.Tapi kata leader-nya justru liqo ini untuk orang-orang yang masih belajar,kalau udah pinter mah tidak usah kesini gitu katanya.Alhamdulillah saya masih bisa bertahan walaupun kalau di ranking saya ranking paling bontot di komunitas ini,dan yang pasti kegiatan ini sebagai pengingat bagi saya terutama,namanya manusia kadang suka belok-belok dikit kan imannya,tiap liqo seperti diluruskan kembali walaupun nantinya bengkok lagi he..he…