Alhamdulillah sekarang saya bisa merasakan tranportasi lain yang lebih layak,tapi kesulitan yang kami rasakan dulu menjadi memori indah dan membuat saya selalu bersyukur dengan apa yang saya raih sekarang,ayah saya dulu bilang”Bapak memang tidak mempunyai warisan banyak tapi bapak akan berusaha agar anak-anak bapak semua menjadi sarjana .”Terima kasih pak,semoga Allah membalas kesungguhan bapak dalam mencari nafkah untuk kami,dan semoga Allah memuliakan bapak di sisinya,aamiin.
Rabu, 08 Januari 2014
Kereta ekonomi jadul dan sekarang
Alhamdulillah sekarang saya bisa merasakan tranportasi lain yang lebih layak,tapi kesulitan yang kami rasakan dulu menjadi memori indah dan membuat saya selalu bersyukur dengan apa yang saya raih sekarang,ayah saya dulu bilang”Bapak memang tidak mempunyai warisan banyak tapi bapak akan berusaha agar anak-anak bapak semua menjadi sarjana .”Terima kasih pak,semoga Allah membalas kesungguhan bapak dalam mencari nafkah untuk kami,dan semoga Allah memuliakan bapak di sisinya,aamiin.
Jumat, 05 September 2008
Kenapa Kok Lupa
Saya jadi mikir mungkin dulu saya sering melahap semut kali yaa…,soalnya penyakit pelupa kok gak berkurang malah nambah…,dan yang sering membuat suami saya ke-qi adalah kemalasan saya untuk membuat cek-list.Kata beliau minimal itu bisa membantu mengurangi pelupanya.
Untuk menilai pelupa saya kebangetan apa nggak,saya remind lagi ya kejadian yang masih saya ingat,mulai dari waktu saya SMP dulu,kalau ketika SD gak ada yang termemori,mungkin karena efek semut belum bekerja hi..hi.
• Ketika itu lagi ujian EBTANAS-SMP ,nah kartu peserta ujian ketinggalan ,mana ujian sudah mulai lagi,untung ada teman saya namanya Ratna (dimana dia sekarang ya) yang mau nganter saya kalau tidak salah pake motor,untung saya lulus ujian.
• Nah kalau SMA sama –sama kartu peserta yang ketinggalan tapi kartu penataran p4,stt.. waktu dihukum ternyata ada yang naksir saya loh(anak baru yang di hukum juga),pake kirim surat cinta segala lagi (jadi malu deh…)
• Kalau sudah mak-mak kaya sekarang kok makin banyak ya kejadian lupanya,kelupaan matiin kompor sudah 3 kali,salah satunya saya ketiduran karena nidurin si kecil ketika ngungkep ayam,dan yang baru terjadi kemaren adalah saya pergi arisan kantor bareng temen,nah motor saya dititipin di rumahnya,waktu pulangnya saya nebeng temen saya yang lain,eh begitu mau nyampe rumah si Zaki bilang “motol aki ana bu?”(motor zaki mana bu?),duh….ampun deh.
Senin, 09 Juni 2008
Golak.net
Golak.net…sebagian wajah-wajah itu ada disini,walaupun tidak seimut dulu tapi tiap membaca lelucon-lelucon mereka saya merasa kembali ke masa itu…
Bagi saya seorang lulusan SD ndeso sangat bangga sekolah di SMP 2 yang kata orang SMP favorite-nya gombong,liat Dyah (mayorete) kayaknya cakep banget (Dyah aja ge-er).Ayah saya yang suka denger saya berceloteh tentang teman –teman baru yang menurut saya kota banget gitu loh.
Walaupun jauh sekolah itu…tetap saya tempuh bersama sepeda onthel yang kini entah dimana,sepeda yang menjadi saksi ketika saya pernah nemuin surat cinta dari adik kelas di dalam lampu sepeda,ketika saya bergembira karena kehujanan,ketika saya jatuh terpeleset.Walaupun tidak semudah meraih prestasi seperti di SD ndeso,tapi saya senang menjadi bagian dari SMP 2
Terima kasih untuk golak.net yang membuka memori saya dan melupakan sejenak umur yang makin tua ini.
Congratulation for golak.net
Minggu, 25 Mei 2008
FLASHBACK
Saya dibesarkan di sebuah desa yang lumayan damai dan hijau,belakang rumah membentang sawah yang luas,sayangnya tidak ada satupun yang milik orangtua saya .Dulu masih banyak yang memelihara kerbau dan sapi,jadi pemandangan kerbau dan sapi jalan-jalan sudah biasa bagi kami,seandainya anak-anak saya bisa melihat itu semua pasti senang sekali mereka,terbukti ayu antusias sekali jika mendengarkan cerita masa kecil saya,bahkan sering minta diulang ulang,sampai bosen yang nyeritain.Teman-teman saya kebanyakan laki-laki makanya saya agak tomboi,beda sama anak saya ayu.
Karena dulu tidak ada pagar tembok di belakang rumah(beda sama sekarang) saya jadi suka sekali main di sawah,apalagi kalau musim panen bermain di tumpukan jerami bersama teman-teman kampung dan yang unik kami suka makan belalang yang dibakar di jerami kemudian diberi kecap,hi….Waktu saya lihat acara Si Bolang di trans tv ternyata ada juga anak2x kampung yang suka makan belalang seperti kami di desa.Rasanya seperti apa saya lupa lagi,tapi yang saya ingat kita makan kadang sampai berebut,saya juga sering berkelahi dengan teman saya,terutama dengan si”Amy”tetangga sebelah,biasanya saya yang kalah (tapi tidak nangis loh). Keasyikan lain main di sawah adalah menangkap burung,namanya burung “Blekok”,warnanya putih dan besar,mungkin itu yang dinamakan bangau ya…,secara logika gak mungkin nangkap burung “blekok”memakai tangan kosong,tapi kami cuek beibeh yang penting tiap ada burung itu kita berusaha menangkap bahkan kadang sampai lari-lari mengejar.Kalau bermain layang-layang tidak begitu suka,hanya sesekali saja dan biasanya tidak lama,nggak tahu kenapa.Ayah saya sempat mengabadikan asiknya bermain perang-perangan di sawah bersama teman-teman(nanti kalau pulang kampung saya coba cari lagi fotonya agar ada bukti),biar seperti tentara beneren saya memakai helm motor bapak yang kegedean ,waktu itu saya merasa yang paling keren.
Selain main di sawah saya juga demen main di sungai,terutama setelah masuk SD dan punya teman yang rumahnya dekat kali.Waktu mau EBTANAS kelas 6 kami belajar bersama di pinggir sungai (untung tidak ketiduran kena angin yang sepoi2x).Karena teman saya itu belum mempunyai kamar mandi dan wc maka aktifitas
Sabtu, 17 Mei 2008
SEMANGAT
Saya merasa itulah masalah terberat dalam hidup saya saat itu,bahkan patah hati yang pernah saya rasakan tidak ada artinya dibandingkan kekecewaan yang satu ini.Dengan setengah hati saya kuliah di uneversitas swasta yang menurut saya lumayan bagus,tetapi semangat untuk kuliah tidak ada,saya merasa masa depan saya makin tidak jelas,sampai suatu saat saya membaca sebuah buku judulnya “CHANGE”pengarangnya lupa,saya pinjam dari perpustakaan kampus,itulah awal mula energi saya serasa muncul kembali,saya harus bisa mengubah keadaan,saya harus bisa menjadi mahasiswa swasta yang tidak biasa,saya tidak mau menjadi sarjana pengangguran,tapi bagaimana ya caranya?
Karena waktu kuliah yang pendek,waktu saya banyak dihabiskan untuk nonton televisi,salah satu acara favorite saya adalah mini-seri korea,inspirasi kemudian muncul dari acara ini,kebanyakan generasi muda korea kerja part time disamping kuliah,ya saya ingin seperti mereka,ini mungkin jawabannya,tapi lagi lagi saya kesulitan untuk memulai mungkin karena gengsi atau kurang percaya diri,tapi akhirnya saya harus bergerak ketika ayah saya ikut pensiun dini dan tidak lama setelah itu terjadi KRISMON tahun 1997.Uang pesangon mungkin cukup besar tapi saya merasa tidak akan cukup untuk membiayai kuliah sampai adik saya yang keempat.Pada saat KRISMON banyak gaji pegawai yang naik,tetapi harga barang juga melonjak,seharusnya uang saku saya bertambah juga ya,tapi harapan itu sepertinya tidak mungkin.Mulailah saya berburu pekerjaan apa saja yang penting halal.
Dari segi gaji mungkin sama dengan
Salah satu buku yang baru saya baca “NEVER GIVE UP KEEP FIGHT” menyebutkan bahwa seringkali energi dahsyat yang dapat keluar dalam diri kita disebabkan oleh kondisi realita yang memaksa bergerak dan ditarik oleh suatu cita-cita atau harapan.Itulah yang terjadi dengan saya saat itu,didorong oleh kondisi keluarga dan ditarik oleh cita cita yang terus berkobar. Sekarang saya menjadi ibu rumah tangga atas kesepakatan dengan suami,saya merasa semangat yang menyala itu telah lama hilang,saya ingin menjadi ibu rumah tangga yang luar biasa,tapi saya belum menemukan jalannya.Mungkin saya harus merenung sejenak agar mendapatkan energi dari Illahi.
Amien……