Tampilkan postingan dengan label memory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label memory. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Januari 2014

Kereta ekonomi jadul dan sekarang



Rasanya sudah gatel pengen pencet tuts keyboard,tapi efek asisten rumah tangga resign krasa banget untuk aktifitas saya.Sekarang harus maksain tidur jam 8-9 agar bisa bangun pagi untuk masak n prepare kebutuhan anak-anak dan suami.Hari ini bandel tidur agak malem untuk nulis karena sudah kangen dengan myoratoret,baru saya sadari sekarang bahwa efek menulis bisa membuat saya bahagia,tidak jarang saya suka membaca  lagi tulisan tulisan saya and I’m so happy for that .

Liburan akhir taun ini jalan bareng temen komplek (3 orang termasuk saya)lengkap dengan krucil-krucilnya,sementara para suami di tinggal di rumah karena susah cuti n para emak lagi pengen refresing.awalnya rute touring  yogya-gombong-tasik,tapi karena gak enak kelamaan ninggalin para misua  so liburannya ke yogya n gombong aja.Tranporasi menggunakan kereta ekonomi karena harga kelas bisnis n exekutif naik lumayan banyak selama liburan(biasalah ibu2x pikirannya ekonomis).Suami sempet khawatir dengan anak-anak takut rewel naik ekonomi, tapi saya bilang biar latihan mental(maknya aja waku kecil akrab dengan kereta ekonomi,hehe ngeles) .

Kereta ekonomi dulu dengan sekarang berbeda jauh,sekarang lebih nyaman dan lumayan adem karena ada ac-nya.Dulu ketika lebaran sering naik kereta ke bandung untuk berlebaran di kampung ayah saya,karena kami dari keluarga sederhana maka naiknya yang kelas ekonomi,walaupun melawan arus mudik tapi tetap saja kereta penuh,bahkan sering kami tidak kabagian tempat duduk,jadi duduknya di lantai,dan kalau sampai bandung kata amang (om)saya aroma badan kami rasa kereta api,beda dengan sepupu saya yang naik mobil dari jakarta aromanya wangi hehehe.


Alhamdulillah sekarang saya bisa merasakan tranportasi lain yang lebih layak,tapi kesulitan yang kami rasakan dulu menjadi memori indah dan membuat saya selalu bersyukur dengan apa yang saya raih sekarang,ayah saya dulu bilang”Bapak memang tidak mempunyai warisan banyak tapi bapak akan berusaha agar anak-anak bapak semua menjadi sarjana .”Terima kasih pak,semoga Allah membalas kesungguhan bapak dalam mencari nafkah untuk kami,dan semoga Allah memuliakan bapak di sisinya,aamiin.    
.    

Jumat, 05 September 2008

Kenapa Kok Lupa

Teman saya pernah bilang “makan semut bisa membuat orang jadi pelupa”.
Saya jadi mikir mungkin dulu saya sering melahap semut kali yaa…,soalnya penyakit pelupa kok gak berkurang malah nambah…,dan yang sering membuat suami saya ke-qi adalah kemalasan saya untuk membuat cek-list.Kata beliau minimal itu bisa membantu mengurangi pelupanya.

Untuk menilai pelupa saya kebangetan apa nggak,saya remind lagi ya kejadian yang masih saya ingat,mulai dari waktu saya SMP dulu,kalau ketika SD gak ada yang termemori,mungkin karena efek semut belum bekerja hi..hi.

• Ketika itu lagi ujian EBTANAS-SMP ,nah kartu peserta ujian ketinggalan ,mana ujian sudah mulai lagi,untung ada teman saya namanya Ratna (dimana dia sekarang ya) yang mau nganter saya kalau tidak salah pake motor,untung saya lulus ujian.
• Nah kalau SMA sama –sama kartu peserta yang ketinggalan tapi kartu penataran p4,stt.. waktu dihukum ternyata ada yang naksir saya loh(anak baru yang di hukum juga),pake kirim surat cinta segala lagi (jadi malu deh…)
• Kalau sudah mak-mak kaya sekarang kok makin banyak ya kejadian lupanya,kelupaan matiin kompor sudah 3 kali,salah satunya saya ketiduran karena nidurin si kecil ketika ngungkep ayam,dan yang baru terjadi kemaren adalah saya pergi arisan kantor bareng temen,nah motor saya dititipin di rumahnya,waktu pulangnya saya nebeng temen saya yang lain,eh begitu mau nyampe rumah si Zaki bilang “motol aki ana bu?”(motor zaki mana bu?),duh….ampun deh.

Senin, 09 Juni 2008

Golak.net

Rasanya baru kemarin melepas seragam biru putih,wajah-wajah anak baru gede yang mencoba mencari jati diri.Ada kelucuan,ada kenakalan,ada cinta pertama.
Golak.net…sebagian wajah-wajah itu ada disini,walaupun tidak seimut dulu tapi tiap membaca lelucon-lelucon mereka saya merasa kembali ke masa itu…

Bagi saya seorang lulusan SD ndeso sangat bangga sekolah di SMP 2 yang kata orang SMP favorite-nya gombong,liat Dyah (mayorete) kayaknya cakep banget (Dyah aja ge-er).Ayah saya yang suka denger saya berceloteh tentang teman –teman baru yang menurut saya kota banget gitu loh.

Walaupun jauh sekolah itu…tetap saya tempuh bersama sepeda onthel yang kini entah dimana,sepeda yang menjadi saksi ketika saya pernah nemuin surat cinta dari adik kelas di dalam lampu sepeda,ketika saya bergembira karena kehujanan,ketika saya jatuh terpeleset.Walaupun tidak semudah meraih prestasi seperti di SD ndeso,tapi saya senang menjadi bagian dari SMP 2


Terima kasih untuk golak.net yang membuka memori saya dan melupakan sejenak umur yang makin tua ini.
Congratulation for golak.net

Minggu, 25 Mei 2008

FLASHBACK

Saya dibesarkan di sebuah desa yang lumayan damai dan hijau,belakang rumah membentang sawah yang luas,sayangnya tidak ada satupun yang milik orangtua saya .Dulu masih banyak yang memelihara kerbau dan sapi,jadi pemandangan kerbau dan sapi jalan-jalan sudah biasa bagi kami,seandainya anak-anak saya bisa melihat itu semua pasti senang sekali mereka,terbukti ayu antusias sekali jika mendengarkan cerita masa kecil saya,bahkan sering minta diulang ulang,sampai bosen yang nyeritain.Teman-teman saya kebanyakan laki-laki makanya saya agak tomboi,beda sama anak saya ayu.

Karena dulu tidak ada pagar tembok di belakang rumah(beda sama sekarang) saya jadi suka sekali main di sawah,apalagi kalau musim panen bermain di tumpukan jerami bersama teman-teman kampung dan yang unik kami suka makan belalang yang dibakar di jerami kemudian diberi kecap,hi….Waktu saya lihat acara Si Bolang di trans tv ternyata ada juga anak2x kampung yang suka makan belalang seperti kami di desa.Rasanya seperti apa saya lupa lagi,tapi yang saya ingat kita makan kadang sampai berebut,saya juga sering berkelahi dengan teman saya,terutama dengan si”Amy”tetangga sebelah,biasanya saya yang kalah (tapi tidak nangis loh). Keasyikan lain main di sawah adalah menangkap burung,namanya burung “Blekok”,warnanya putih dan besar,mungkin itu yang dinamakan bangau ya…,secara logika gak mungkin nangkap burung “blekok”memakai tangan kosong,tapi kami cuek beibeh yang penting tiap ada burung itu kita berusaha menangkap bahkan kadang sampai lari-lari mengejar.Kalau bermain layang-layang tidak begitu suka,hanya sesekali saja dan biasanya tidak lama,nggak tahu kenapa.Ayah saya sempat mengabadikan asiknya bermain perang-perangan di sawah bersama teman-teman(nanti kalau pulang kampung saya coba cari lagi fotonya agar ada bukti),biar seperti tentara beneren saya memakai helm motor bapak yang kegedean ,waktu itu saya merasa yang paling keren.

Selain main di sawah saya juga demen main di sungai,terutama setelah masuk SD dan punya teman yang rumahnya dekat kali.Waktu mau EBTANAS kelas 6 kami belajar bersama di pinggir sungai (untung tidak ketiduran kena angin yang sepoi2x).Karena teman saya itu belum mempunyai kamar mandi dan wc maka aktifitas MCK(mandi cuci kakus) di sungai,kalau sore ramai sekali,apalagi kalau sungainya banjir banyak yang berenang di sungai,bahkan ada yang meloncat dari atas sawah terjun ke sungai(padahal tinggi loh)hebat ya mereka,saya biasanya hanya menonton mereka saja di pinggir sungai karena kalau ketahuan ibu mandi di sungai bakal dimarahi,so jangan heran kalau sekarang saya tidak bisa berenang…Saya bisa loh nangkap udang pake tangan,teman saya yang ngajari,tapi kalau nangkap ikan pake tombak belum bisa,teman saya yang jago,ikan yag didapat biasanya dimakan rame-rame.Teman saya mempunyai ayam kesayangan namanya “Gondang”kok saya masih ingat ya…memang benar daya ingat anak kecil itu luar biasa…,Gondang itu ayam betina(babon),dan sudah sempat menetas beberapa kali,sebagian ada yang dijual buat beli beras,gondang gemuk dan sehat warnanya coklat,paling suka diberi makan beras,karena jarang jarang gondang dapat beras kecuali kalau teman saya lagi ada kelebihan beras. karena mungkin didesak oleh kebutuhan akhirnya “gondang”juga dijual tanpa sepengetahuan teman saya, ketika saya datang untuk main dia sedang menangis,dan yang membuat saya merasa tidak enak ternyata “Gondang”dijual ke ibu saya,jadi ayam yang saya makan sepulang sekolah itu ternyata “gondang”.

Sabtu, 17 Mei 2008

SEMANGAT


Bagi saya ketika masih SMU meyakini bahwa mahasiswa universitas negeri adalah yang mempunyai masa depan cerah,terutama kampus-kampus negeri ternama seperti UI,UGM,ITB dan lainnya yang sekelas.Maka sayapun terobsesi sekali untuk bisa lolos UMPTN ketika itu,tetapi saya gagal bahkan sampai 2 kali,dan kegagalan yang kedua yang terasa paling menyakitkan,karena saya merasa bisa dan telah berusaha maksimal dan skor yang diperoleh setelah dihitung sebenarnya bisa masuk universitas negeri impian saya,tetapi mengapa nama saya tidak ada dalam daftar mahasiswa yang diterima?

Saya merasa itulah masalah terberat dalam hidup saya saat itu,bahkan patah hati yang pernah saya rasakan tidak ada artinya dibandingkan kekecewaan yang satu ini.Dengan setengah hati saya kuliah di uneversitas swasta yang menurut saya lumayan bagus,tetapi semangat untuk kuliah tidak ada,saya merasa masa depan saya makin tidak jelas,sampai suatu saat saya membaca sebuah buku judulnya “CHANGE”pengarangnya lupa,saya pinjam dari perpustakaan kampus,itulah awal mula energi saya serasa muncul kembali,saya harus bisa mengubah keadaan,saya harus bisa menjadi mahasiswa swasta yang tidak biasa,saya tidak mau menjadi sarjana pengangguran,tapi bagaimana ya caranya?

Karena waktu kuliah yang pendek,waktu saya banyak dihabiskan untuk nonton televisi,salah satu acara favorite saya adalah mini-seri korea,inspirasi kemudian muncul dari acara ini,kebanyakan generasi muda korea kerja part time disamping kuliah,ya saya ingin seperti mereka,ini mungkin jawabannya,tapi lagi lagi saya kesulitan untuk memulai mungkin karena gengsi atau kurang percaya diri,tapi akhirnya saya harus bergerak ketika ayah saya ikut pensiun dini dan tidak lama setelah itu terjadi KRISMON tahun 1997.Uang pesangon mungkin cukup besar tapi saya merasa tidak akan cukup untuk membiayai kuliah sampai adik saya yang keempat.Pada saat KRISMON banyak gaji pegawai yang naik,tetapi harga barang juga melonjak,seharusnya uang saku saya bertambah juga ya,tapi harapan itu sepertinya tidak mungkin.Mulailah saya berburu pekerjaan apa saja yang penting halal.SPG,karyawan cepat saji,sales itu sepertinya pekerjaan yang bisa part time, tetapi Allah memang maha adil,ketika saya akan memasukan lamaran menjadi SPG salah satu mall datang teman saya mengajak untuk melamar menjadi operator 108 di perusahaan telekomunikasi nasional yang memang sedang membuka lowongan .

Dari segi gaji mungkin sama dengan SPG mall,tapi pengalaman dari perusahaan ini pasti lebih dihargai,dan saya mendapatkan lingkungan kerja yang baik disini.Itulah waktu yang akan menjadi momen yang tidak akan saya lupakan sampai kapanpun,waktu saya lebih terasa berarti tidak habis sia sia ,bayangkan jika tidak bekerja mungkin saya masih asik dengan acara televisi,walau harus lari-lari ngejar angkot dari kampus ke tempat kerja,waktu istirahat terbatas,bahkan jika waktu ujian bisa begadang sampai malam ,dan kata teman saya setelah saya kerja jadi lebih rajin kuliah dulu suka bolos,di mata kuliah seminar jadi vokal katanya dulu cuma bengong aja,mungkin karena saya tidak ingin usaha tukar shift dengan teman kerja sia-sia karena tidak semua teman kerja mengerti kondisi saya.Di perusahaan inilah saya bertemu suami saya,Ketika saya lulus menjadi sarjana selang 3 bulan saya diterima di salah satu bank swasta,o…iya ibu saya menangis ketika selesai acara wisuda yang melelahkan saya masih harus bekerja shift malam jam 9malam sampai 7 pagi,kata ibu sepanjang perjalanan ketika naik bis untuk pulang kampung beliau berdo’a agar saya dimudahkan dalam meraih cita cita,akhirnya harapan saya tercapai mungkin karena do’a ibu.

Salah satu buku yang baru saya baca “NEVER GIVE UP KEEP FIGHT” menyebutkan bahwa seringkali energi dahsyat yang dapat keluar dalam diri kita disebabkan oleh kondisi realita yang memaksa bergerak dan ditarik oleh suatu cita-cita atau harapan.Itulah yang terjadi dengan saya saat itu,didorong oleh kondisi keluarga dan ditarik oleh cita cita yang terus berkobar. Sekarang saya menjadi ibu rumah tangga atas kesepakatan dengan suami,saya merasa semangat yang menyala itu telah lama hilang,saya ingin menjadi ibu rumah tangga yang luar biasa,tapi saya belum menemukan jalannya.Mungkin saya harus merenung sejenak agar mendapatkan energi dari Illahi.

Amien……