Rabu, 19 September 2012
journey to bali
Senin, 02 Februari 2009
Back to Batam (hari ke 5)



Pagi-pagi dibangunkan suami untuk siap-siap agar tidak ketinggalan bis,jam 9 pagi waktu malaysia kita siap ke terminal puduraya untuk membeli tiket bis transnasional,kira-kira jam 10 bis berangkat,sampai di terminal larkin-johor kurang lebih jam setengan 3 sore,di lanjut naik taxi ke pelabuhan si tulang laut,ongkos taxinya lebih mahal jika keluar dari terminal,waktu berangkat dulu 15 ringgit sekarang 20 ringgit.
Alhamdulillah terkejar juga kapalnya yang berangkat jam setengah empat waktu malaysia,kurang lebih satu setengah jam nyampai pelabuhan batam centre.Welcome to batam..senengnya bisa lihat batam lagi,walaupun tidak semodern kuala lumpur tapi hati lebih tenang tinggal di tanah air indonesia ini.
Petro-sains,menara KL (hari ke 4)



Setelah tanya sana sini mengenai tranportasi untuk bisa sampai ke petronas dari imbi kami memtuskan untuk naik monorail saja dari stasiun Imbi ke bukit nanas,karena waktu ke petronas yang pertama kan dari masjid jamek,berhubung kunjungan petama tidak kebagian nonton petro-sains jadi hari ini balik lagi ke sana.Ternyata dari stasiun bukit nanas menara petronas kelihatan dekat sekali(kelihatannya).Di tempuh dengan jalan kaki mungkin 15 menitan,tapi hari itu zaki lagi males jalan(bosen kali ya…) jadi gantian gendong deh dengan bapaknya,huh….sampai juga akhirnya,untung banyak barengan bule-bule yang semangat banget jalannya,jadi ketularan semangat dikit(gak banyak he…he..)
Setelah membeli tiket , petualangan di petrosains di mulai dengan naik semacam kereta berbentuk bulat yang muat hanya untuk 4 orang,begitu kereta jalan langsung bunyi JRENG….suasana gelap kanan kiri banyak tampilan film dokumenter dengan layar yang lebar,bercerita tentang terbentuknya bumi dan peradaban manusia ,ada suara yang ngejelasin mamakai bahasa inggris suaranya menggema(jadi kaya film jurasik park).
Turun dari kereta kapsul dilanjutkan petualangan ke berbagai macam pameran sains,lengkaplah pokoknya,yang lucu waktu masuk ke pameran dinosaurus ada boneka dino besar banget yang bisa gerakin ekornya sambil menggumam tidak jelas,karena terus-terusan menggumam lama-lama tertangkap juga oleh telinga bahwa ternyata dino itu lagi nge-rap,Ha…ha…ada-ada saja.
Keluar petronas kira-kira jam 2(setelah sholat dan makan siang di sini)kita lanjutkan dengan naik bis jurusan bukit bintang yang melewati menara KL,kita liat monas-nya malaysia yuk,waktu nyampe pintu gerbang di cegat satpam india untuk di persilahkan naik mobil gratis yang mengantar sampai ke lokasi menara,lumayan jauh juga kalau jalan kaki tapi walaupun begitu ternyata banyak juga turis bule yang lebih enjoy jalan kaki untuk sampai menara(hebat pisan euy…),sampai di lokasi di sambut gendingan jawa(lho?kok bisa sampai sini ya…bukannya ini kesenian indonesia?),Zaki spontan langsung goyang-goyang mengikuti musik gending jawa padahal waktu lihat barongsai di mall dia nggak mau lepas dari gendongan karena takut dengar bunyi musiknya yang keras(pancen wong jowo tenan kowe le..),ketika gendingannya behenti zaki minta lagi,saya ajari zaki ngomong ke para pemainnya memakai bahasa jawa biar orangnya malu maksudnya”maleh pak de”(lagi om…).
Dari menara KL pengennya mau naik bis yang jurusan bukit bintang yang tadi kita naiki tapi karena lagi-lagi salah nyegat di halte yang salah ,bis tidak ada yang mau berhenti,karena hopeless kita nyegat taksi eh…kok nggak mau berhenti juga itu taxi,akhirnya kita putuskan jalan kaki lagi untuk sampai penginapan yang kata orang-orang situ sudah dekat (yuk…mari…..masa kalah sama bule-bule itu,semangat…ayo baris teman-teman…ayo baris)dan malam itu langsung tidur pulas setelah ikut olahraga 10000 langkah he..he
Kamis, 22 Januari 2009
sunway park lagoon(hari ke 3)



Hari ini semua semangat karena kita akan ke tempat yang di tunggu-tunggu yaitu sunway park lagoon,berangkat dari penginapan jam 9 waktu malaysia(lebih cepat I jam dari indonesia)ke stesen monorail imbi tujuan KL-sentral,dari sini nyebrang jalan dikit ke kuala lumpur sentral station pilih KTM komuter untuk berhenti di Subangjaya,dari sini sudah ada bis yang stand by tujuan ke sunway,dan kita turun di sunway pyramid,karena hujan deras kita jalan-jalan saja dulu dimall sekitar sunway lagoon sekalian sholat dan makan siang.
Jam 2 belum juga reda hujannya so dari pada tidak jadi berenang kita nekat saja beli tiket untuk water park dan amusement park,total masuk untuk dewasa 2 dan anak-anak 2 kalau di rupiahkan sekitar 500 ribu(Wow,hanya untuk berenang?)wah…tapi puas banget main di dalam sana,walaupun banyak tempat lain yang tidak bisa dicoba seperti extreme park,water of africa,dll,karena tidak sesuai untuk anak2x tapi kita tetap merasa happy,kalau zaki tidak kedinginan mungkin kami masih main sampai tutup tempatnya.
Kembali ke Kuala Lumpur sudah masuk waktu magrib,kita pengen nyoba naik bis langsung ke KL-sentral,ternyata kita salah nyegat bis yag seharusnya di sebrang mall,dan nyegat bis tidak bisa di sembarang tempat harus di tempat pemberhentian bis kalau tidak pasti dijamin dicuekin supir bis.Jadi ya sutralah jalan kaki lagi deh..ke halte(lumayan setengah kilo ada mungkin).Di bis ketemu TKI yang kerja di kafe dan cuek ngomong pake bahasa jawa,setelah saya sapa kami jadi asyik ngobrol serasa sedang di kampung,sempat jadi perhatian orang-orang di bis,mungkin saya di kira TKI juga he..he…,apalagi Zaki lagi demen-demennya nyanyi “Dondong opo salak”(jawa abis…).
Dari KL-sentral naik monorail lagi ke imbi untuk kemudian tidur lagi di penginapan star-inn.O..iya ketika naik bis ketemu pekerja yang masih berumur mungkin belasan tahun asal myanmar,ketika dalam perjalanan menuju monorail tiba-tiba mereka di cegat petugas keamanan untuk dimintai uang 20 ringgit katanya petugas itu pengen beli minuman,saya tanya kepada pemuda myanmar itu ketika di kereta kenapa saya tidak dicegat?katanya pencegatan terhadap pekerja (bukan turis) semacam itu sudah biasa terjadi terutama jika sudah malam seperti ini,tapi katanya tidak sering(kalau lagi apes saja)kasihan ya…jauh-jauh kerja di negara orang di peras begitu,semoga hal semacam ini tidak terjadi lagi di sana.Malam ini capek lagi tapi seneng….
Kuala Lumpur(hari ke 2)

Rencana hari ini adalah cari alternatif hotel lain,sholat jumat di masjid jamek terus muter-muter sekitar kuala lumpur saja,sambil jalan-jalan lihat sekitar puduraya akhirnya sampai juga di masjid jamek,ketika suami sholat jumat saya dan anak-anak duduk-duduk di sekitar masjid yang berdekatan dengan stasiun kereta(LRT),ada pemandangan menarik di stasiun ini,entah karena di masjid jamek full atau karena alasan yang lain,posisi jalan di stasiun jamek disekat menjadi dua(dipisahkan tali panjang kuning)sebagian untuk lalu lalang orang-orang yang mau naik kereta,sebagian di pakai untuk sholat,bahkan ada yang dengan cueknya membaca papan rute kereta sementara orang di depannya sedang sholat(memprihatinkan ya).
Saya juga sempat su’udzon dengan orang yang sholat gerakannya hanya berdiri dan ruku saja tanpa ada sujud,saya pikir wah menyalahi aturan nih orang,tapi akhirnya saya tersenyum sendiri ketika sholat jumat selesai orang tersebut jalan memakai tongkat untuk menyangga kaki palsunya,he..he…astaghfirullah…
Dari masjid jamek naik kereta ke stesen(stasiun) KLCC untuk melihat menara kembar petronas,sebenarnya petronas ingin beli ticket petro-sains tapi ternyata sudah tutup,jadi foto-foto saja sambil istirahat di taman petronas,setelah puas foto-foto balik lagi ke sentral-market untuk beli souvenir yang masih kurang,dari KLCC naik MRT arah balik ke masjid jamek turun di pasar seni,dari sana naik taxi ke penginapan karena kaki rasanya sudah cape sekali,biasanya rate-nya sekitar 10 ringgit saja,tapi karena jam pulang kerja,macet so supir taxi minta 20 ringgit,malam itu anak-anak tidur pulas mungkin karena kecapekan.
Liburan Hemat Kuala Lumpur

Sesuai janji suami kami akan liburan ke kuala lumpur setelah beliau menyelesaikan target kerja di akhir tahun,Alhamdulillah target kerja tercapai jadi liburan benar-benar bisa enjoy.Sebenarnya rencana awal berangkat tanggal 2 januari 2009,pulang tanggal 4 januari 2009,tetapi rencana berubah sehingga kita berangkat lebih awal tanggal 1 januari 2009 dan pulang tanggal 5 januari 2009 (lumayan lama ya).Jika liburannya molor lebih lama bukan berarti kami kebanyakan duit tapi karena kita atur strategi saja agar anggaran tidak membengkak tapi waktu libur bisa lebih lama,misal untuk penginapan kita pilih yang lebih murah dari yang kita rencanakan karena ternyata nyaman juga kok kamarnya,transportasi juga kalau tidak kepepet tidak naik taksi tapi mempelajari rute kereta(LRT,KTM,monorail) dan bis,dan anak-anak sepertinya lebih senang.
Tanggal 1 januari 2009(hari pertama)
Pagi-pagi sudah janjian dgn mbah yati(tukang pijet),kita mau pijet sekeluarga nih persiapan untuk melancong agar stamina kuat,jam 11 siang mbah yati selesai dengan tugasnya,dan kita siap-siap untuk tour to kuala lumpur,anak-anak sudah heboh pengen cepat-cepat berangkat,setelah mempersiapkan ini dan itu jam 2 siang baru benar-benar bisa berangkat ke pelabuhan,untung masih ada kapal jadi hari kamis itu perjalananpun di mulai dengan kapal indomas dari pelabuhan harbour front batam centre, kurang lebih 1,5 jam untuk sampai ke pelabuhan si tulang laut,biayanya untuk dewasa 375 ribu(sdh termasuk tax) PP,anak2x 300 ribu,dan zaki karena masih dibawah 3 th hanya bayar tax saja.jadi totalnya kurang lebih Rp 1.115.000(Untuk pulang pergi loh ya).
Dari si tulanglaut naik taxi ke teminal bis larkin-johor bahru,cari taxi yang di luar pelabuhan saja karena lebih murah ratenya sekitar 15 Ringgit,dari terminal larkin naik bis Transnasional untuk ke kualalumpur, sebenarnya banyak pilihan bis,tapi menurut saya bis ini lebih nyaman dari yang lain,walaupun mungkin lebih mahal dikit,kalau asal pilih bis kasihan anak-anak karena perjalanan lumayan lama sekitar 5 jam,ongkos naik bis dewasa 31 ringit,anak-anak 24 ringgit.
Alhamdulillah perjalanan lancar,tidur juga enak karena di dalam bis agak lapang tempatnya.Jam 11 malam kami sampai di kuala lumpur(hujan turun dengan derasnya),sempat dag-dig-dug bagaimana cari penginapannya jika hujan deras begini,tetapi kekhawatiran segera berakhir setelah melihat banyaknya penginapan di sekitar terminal puduraya-kuala lumpur.Pilihan jatuh pada Citin hotel(budget hotel) yang posisinya tepat di depan terminal bis puduraya,rate-nya per malam 135 RM dapat gratis makan pagi,untuk yang kepepet bolehlah pilih hotel ini dari pada hujan-hujanan,kamarnya lumayan bersih tapi agak kurang luas menurut saya untuk ukuran harga segitu,setelah anak-anak selesai minum susu kami semua tidur.
Kamis, 23 Oktober 2008
cerita mudik ke bandung
Acara dadakan pun muncul begitu saja,minggu pagi adik saya ngajakin ke bandung rame-rame,wah saya seneng banget dapat tawaran seperti itu karena terakhir ke bandung kalau tidak salah th 2003 waktu nenek saya meninggal,wah pokoknya happy banget lah diajakin ke bandung,sekalian nunjukin ke anak-anak bahwa mereka punya saudara juga di bandung.Tujuan pertama ke badung adalah ke makam kakek nenek saya di nanjung-cimahi,ada perasaan haru ketika di sana,karena dulu kalau ke makam ini kakek saya yang pimpin do’a,sekarang kita malah berdo’a untuk beliau.
Dari nanjung langsung ke naripan (walaupun nenek kakek sudah meninggal tapi masih ada adik-adik bapak dan sepupu saya yang tinggal disana).Wuih…bandung sekarang macet banget ya,yang lucunya lagi bapak sudah banyak yang lupa jalan ke arah naripan,jadinya tambah lama nyampe naripan,kasihan adik ipar saya yang nyetir keliatan kehausan banget (kan masih saum).Sampai di tujuan ternyata bi enok(adik bapak) lagi buat kue nastar,dulu waktu masih rutin lebaran di bandung,biasanya kita rame-rame bantuin bibi,apalagi kalau malam takbiran suka sampai malam nyiapain masakan untuk lebaran,tapi kalau saya biasanya tidur duluan he..he..
Paginya heboh persiapan sholat ied,dan kakek saya lebih suka kita rame-rame jalan kaki ke masjid agung,karena dari naripan ke alun-alun kan deket,seringnya lewat jalan braga kalau gak salah (habis sudah lupa),dan hari ke-dua biasanya kita baru ke nanjung ke makam keluarga.Wah kalau nginget masa lalu gini jadi kangen ngumpul-ngumpul seperti dulu lagi.
O…iya kita ke bandung-nya gak nginep jadi setelah buka puasa langsung cabut ke jakarta lagi,sempet ngabuburit di masjid…apa ya lupa namanya,tapi yang jelas dekat kantornya dede yusuf alias gedung sate,dan nyempetin sholat di sana,and beli sop buah..sueger tenan rek…(ini di bandung atau surabaya sih).Alhamdulillah walaupun sebentar tapi cukup senang bisa mampir ke bandung dan bertemu saudara-saudara saya,positifnya suami pindah di luar jawa begini,jadi bisa mampir jakarta dan bandung,waktu di jawa timur dulu kalau mudik hanya mentok sampai gombong.
Selasa, 05 Agustus 2008
LAGOI
Karena hasil raport Ayu banyak peningkatan,bapaknya anak2x ngajakin ke Bintan,lumayan jauh dari batam sih,naik kapal fery besar(biar mobil bisa masuk) dari pelabuhan punggur ke Tanjung Uban kira2x 1 jam-an,dari sini ke lagoi lewat darat 45 menit-an,tapi pemandangannya asik,anak2x suka,Alhamdulillah tidak rewel mereka.
Masuk ke kawasan Lagoi ribet banget,musti ninggalin KTP,di tanya macem-macem,padahal itu baru di pintu gerbangnya,lokasinya sendiri masih 5 kilo-an,mungkin kalau pergi-nya atas nama instansi lebih dipermudah kali ya.Sampai sana atmosfer-nya tidak indonesia banget,karena week-end jadi rame pengunjung,dan lebih banyak bule sama turis singapura yang dateng,dan kalaupun ada orang indonesia pasangannya bule juga.O..iya di sini tarifnya serba dollar sing,penginapan,makan,bahkan arena bermain juga dollar.Kita nginepnya pilih di cottage,selain lebih murah suasananya lebih alami,saking alaminya banyak biawak jalan-jalan di lokasi cottage hi…hi…tarif kamar per hari-nya 75 $ sing,kalau bukan week-end 45 $ sing,coba di rupiahkan lumayan juga ya.
Tapi tidak rugi lah jalan-jalan ke Lagoi,pemandangannya cantik banget,pantainya bersih…udaranya sejuk,cocok untuk relax sejenak ngilangin suntuk dengan rutinitas yang mungkin mulai membosankanJumat, 09 Mei 2008
liburan
minggu lalu liburan ke singapura bareng keluarga,ini kali pertama kita ke sana kecuali my husband,mumpung tinggal di batam gak afdol kalau gak mampir kesana,sempat mampir ke johor juga.3 negara ini memang berdekatan,tapi kalau kita amati mulai dari batam,singapura,kemudian johor akan terasa sekali perbedaannya,sampai singapura sepertinya semua serba cepat dan modern,dari transportasinya,tehnologi,bahkan orang-orangnya juga terburu buru kalau jalan,makanya ada aturan informal kalau tidak terburu buru berdiri di eskalator posisi musti di sebelah kiri.karena kalau mau naik MRT(kereta cepat) musti naik turun eskalator.orang singapura kebanyakan pekerja keras,orangtua pun bekerja,penjaga lift tempat kita menginap mungkin usia 70 th-an,dan kerjanya 9 ke 9,bisa dibayangin gimana boringnya itu kakek,tapi dari wajahnya keliatan kalau dia enjoy dgn kerjaannya,di MRT ketemu nenek2x yang rela memberikan tempat duduk pada saya karena beliau kasian liat saya berdiri sambil gendong anak,jelas saya tolak karena malu sama umur he...he...walaupun sebenarnya pegel juga berdiri.Sip lah buat atitude warga singapura walaupun ada juga yang ciuman di MRT,wah jadi heboh nutupin biar anak2x gak liat adegan 17 th keatas itu.Kalau ke johor cuma nyebrang sungai saja,tapi begitu turun dari bis suasananya dah spt di indonesia,kotor dan semrawut.