Mendidik anak adalah sebuah ilmu yang dalam prakteknya tidak semudah teorinya.Karena tidak semua pakar psikolog anak bisa menerapkan teori teori yang dia dapatkan pada anaknya sendiri,karena tiap anak memiliki keunikan,dan sekali lagi perlu kesungguhan dan keikhlasan dalam menjalankan sebuah teori.belum lama ini ada seorang anak berusia 9 th yang kabur membawa uang orang tuanya senilai 92 juta,dan dihabiskan dalam waktu 4 hari,bahkan anak ini mampu memperdayai beberapa orang dewasa.mengapa ini bisa terjadi?menurut kak seto ada permasalahan pola asuh dalam keluarga itu,dan yang dilakukan si anak adalah salah satu cara untuk membebaskan diri dari tekanan,ini bisa dibenarkan melihat tidak sopannya si fulan ini ketika menjawab petanyaan dari polisi.ketika ditanya kemana saja selama 4 hari ini,jawaban si anak “tanya saja pada setan”.sungguh jawaban yang sangat kasar.
Dan sikap dari orang tuanya tidak terlihat adanya kemarahan pada si anak ,dan mengganggap hal itu wajar,sungguh memprihatinkan.
Jika sikap tidak sopan anak dibiarkan akan merugikan si anak sendiri,ada sebuah kasus di sebuah keluarga amerika yang menganut pola asuh liberal,artinya si anak bebas melakukan apa saja,agar tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri,ternyata harapan pasangan ini salah karena bukan menjadi pribadi yang sukses dan mandiri,tetapi seorang pengangguran yang arogan,sangat disayangkan karena anak itu sebenarnya cerdas.
Menurut Carolyn Crowder pakar psikologi anak,ada 4 langkah untuk mengatasi ketidaksopanan anak
- Mengenali sikap membangkang
Artinya lakukan tes jika pernyataan atau perilaku anak melukai anda,mempermalukan anda,dan membuat anda tidak berdaya itu dikategorikan sikap membangkang.
Contoh;-pernyataan “tanya saja pada setan”
-Ibu lambat,buat telur ceplok saja lama sekali
- Memilih konsekwesi
Konsekwensi yang digunakan untuk menghentikan kekasaran ini tidak dapat ditunda dan harus logis.
Misalnya untuk kasus telor ceplok,pemilihan konsekwensi yang tepat adalah segera lupakan untuk membuatkan telor ceplok.tapi ingat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam meyampaikan konsekwensi;
- Sampaikan dengan nada biasa biasa saja tanpa emosi
Misal: sikapmu membuat hati ibu terluka,jadi lupakan saja keinginan untuk makan telor ceplok,sambil pergi masuk ke kamar.
- Gunakan kata kata yang sopan bukan mendendam
- Cukup sekali saja menyatakan konsekwensi itu
Tidak perlu diulang ulang,dan cukup tegas.
- Memberlakukan konsekwensi
Setelah memilih konsekwensi segera berlakukan konsekwensi,tidak perduli betapa kerasnya anak anda memohon dan berjanji untuk berubah.
Jangan beri kesempatan untuk tawar menawar karena
- Tawaran memberi dia pilihan pilihan
- Tawar menawar memberi si anak kekuasaan dengan menjadikan dia sebagai seorang negosiator,padahal seharusnya kitalah yang pegangendali.
- Melepaskan diri dari pertengkaran
Biasanya setelah menerapkan sampai langkah ketiga akan terjadi pertengkaran,segera tinggalkan ruangan tersebut dan menyibukkan diri dengan kegiatan lain,penekanannya adalah jangan berargumen atau berdiskusi atau berupaya menghentikan permohonan dan protes si anak
Bagaimana bila pembangkangan itu dilakukan oleh teman anak anda yang kebetulan berada di rumah anda?jawabannya adalah hadapi dengan empat langkah tadi.
Misal:ketika anak anda mengadakan pesta ulang tahun,salah seorang temannya memutar tape terlalu keras,dan anda melarangnya,kemudian anak itu melontarkan kata kata yang tidak sopan”tante tidak bisa melarang saya karena tante bukan ibuku” tetapkan konsekwensi yang logis katakan agar anak tersebut untuk segera pulang karena perkataan seperti itu tidak diperkenankan di rumah anda.
Banyak orang dewasa yang mungkin tidak setuju dengan cara anda,misal orangtua,teman,guru sekolah, bahkan pakar psikolog anak.karena banyak pakar psikolog yang beranggapan bahwa sikap tidak sopan anak adalah bentuk ekspresi diri.Jika anda bertemu dengan orang orang yang seperti ini,tetaplah pada pendirian anda,yakinkan diri anda bahwa anda baik baik saja dengan sikap anda, jangan goyah karena andalah yang paling mengerti apa yang terjdi di rumah anda dan hanya anda yang tahu bagaimana kecewanya perasaan anda terhadap sikap anak anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar