Minggu, 18 Mei 2008

MALAIKAT ITU BERNAMA IBU

Ayu pernah tanya “Kenapa Allah milih ibu jadi ibuku,atau ayu yang disuruh milih bu?”

Saya menjawab itu adalah rahasia Allah,hanya Allah yang tahu.Tapi sebenarnya saya juga mikir apa mungkin ya terjadi dialog dulu sebelum ruh manusia itu turun ke bumi.

 Satu minggu yang lalu ketika ikut pengajian “liqo”,guru ngaji saya muterin CD tentang ruh bayi waktu akan turun ke bumi,memang hanya berupa tulisan tulisan,tapi dari situ pertanyaan Ayu seputar ruh bisa terjawab.

 “Pada saat ruh bayi manusia akan turun ke bumi dia menemui Allah,Ya Allah betulkah aku akan segera di turunkan ke bumi?Ya betul jawab Allah.Tapi aku lebih suka disini ya Allah karena di surga ini pekerjaanku hanya bermain dan bernyanyi,lalu kata Allah jangan kuatir di dunia nanti ada malaikat yang akan menjagamu yang akan bernyanyi dan bermain denganmu,kalau aku ingin menghadapmu bagaimana caranya ya Allah?Malaikatmu akan mengajarimu cara berdo’a kepadaku,kalau boleh tahu siapa nama malaikat yang menjagaku di dunia ya Allah,malaikat itu bernama Ibu,begitu kata Allah.

 Spontan ibu-ibu yang ikut pengajian pada nangis,termasuk saya.Entah apa yang membuat mereka menangis,kalau saya menangis karena saya merasa tidak pantas jadi malaikat untuk mereka,betapa seringnya saya menyakiti hati mereka,apakah karena mereka masih kecil sehingga saya bisa seenaknya marah-marah?saya adalah manusia biasa yang sering lepas kontrol,saya jadi malu dan merasa berdosa terhadap mereka.

 Saya langsung teringat akan ibu saya,beliau adalah sosok ibu yang pantas disebut malaikat,seingat saya ibu jarang atau malah tidak pernah ya marah terhadap saya,rasanya sulit sekali mencari memori ketika ibu marah,atau saya telah lupa karena itu mungkin tidak membunuh karakter saya.

 Ibu saya adalah yang menjadi inspirasi saya ketika sholat malam,ketika saya kesulitan untuk berkomunikasi dengan Allah,dengan mengingat lagi kasih sayang ibu air mata pun mengalir,pada saat itulah saya merasa mudah untuk mengkomunikasikan problematika saya terhadap Allah. Jadi ngeri membayangkan apa yang akan anak-anak ingat tentang saya ketika mereka besar nanti?Ya Allah semoga belum terlambat untuk merubah image saya agar anak2x menyayangi saya kelak.Ketika kita di Akhirat kelak hanya anak-anak kita yang sholeh yang mampu membantu kita,bukan suami kita atau yang lainnya.Maafkan ibu ya nak.

2 komentar:

ferry3 mengatakan...

Setuju....
Ibu emang seperti malaikat buat anak2nya,...wah baca postingan mu aku jadi sadar neh sering bikin ibu sedih...makaseh dah mengingatkan ku...
salam

ferry3 mengatakan...

blog-ku: http://ferry3best.blogspot.com
http://suaragombong.getforum.org/blog